Status Allah Swt Saat Ini

Kaligrafi Ayat Kursi
Kaligrafi Ayat Kursi
“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.” (QS  Al-Furqaan, 25:59)
Dalam suatu majlis muncul sebuah pertanyaan “nakal” yang sangat menggelitik namun menarik mengenai status Allah Swt. :
“Lagi ngapain sih Allah Swt. saat ini?”
Subhanallah. Mungkin tak pernah terpikir sedikit pun untuk mencari tahu apa saja urusan Allah Swt. Lha wong urusan sendiri saja kadang terbengkelai tak terurus. Apalagi itu menjangkau ranah yang ghoib.
Memang benar Allah Swt dzat yang ghoib, tak kasat mata. Namun sebenarnya kita bisa melihat tanda-tanda kebesaranNya. Karena memang banyak sekali nampak di alam raya ini tanda-tanda keberadaanNya. Misalnya saja tiap pagi matahari muncul dari Timur, dan tenggelam di Barat saat Maghrib tiba.
“Allahlah Yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan makhlukNya, menjelaskan tanda-tanda kebesaranNya, supaya kamu meyakini pertemuanmu dengan Tuhanmu. (QS Ar Ra’d, 13:2)
Siapa lagi yang bisa menciptakan “bangunan” yang begitu besar, indah dan teratur selain Dia. Dan hebatnya, semua itu tunduk, taat dan patuh kepada penciptanya, kecuali manusia yang disesatkan oleh syaitan.
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al-A’raaf, 7:54)
Mengenai status Allah Swt saat ini, bisa dibaca di Ayat Kursi, berikut ini tarjamahnya:
“Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhlukNya; tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (kekuasaan) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS Al Baqarah, 2:255)
Nah, apalagi yang membuatmu ragu? Hanya kepadaNya kita layak mohon petunjuk dan pertolongan. Bukannya kepada berhala syaitan yang menyesatkan. Dan semoga kita mendapat petunjuk ke arah jalan yang lurus.
Salamun ‘alaikum (QS An-Nahl, 16:32), (QS Ar-Ra’d, 13:24)
Related posts:
  1. Al-Qur’an adalah peringatan untuk seluruh alam
  2. Cara Menghadapi orang-orang Munafik
  3. Sifat-sifat Orang-orang Munafik
  4. Golongan Munafik di Sekitar Kita
  5. Memakan Bangkai Saudara Sendiri
  6. Pelajaran Nyata Dari Al-Qur’an
  7. Mengenal Al-Qur’an

Aku Cinta Al-Quran

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS Al-Qamar, 54:22)


Bung Karno, sang Proklamator Kemerdekaan Republik tercinta ini, dulu pernah berkata : “Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah.”


Di dalam Al-Qur’an pun terkandung sejarah peradaban manusia, pergulatan antara yang haq melawan yang batil. Yakni sejarah kaum terdahulu, juga termasuk kisah para nabi dan rosul. Hal itu dapat dijadikan cermin bagi kita. Sehingga kita terhindar dari kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang sesat. Kita pun bisa meneladani amal saleh para nabi dan orang-orang yang mendapat petunjukNya.


“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS 12:111)


Al-Qur’an itu bukan karangan manusia, melainkan dari Allah Swt. Sebagi Wahyu yang merupakan firman Allah Swt, Al-Qur’an benar-benar suci dan selalu terjaga kemurniannya. Sehingga tiada alasan untuk mengingkarinya.


“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS 15:9)


Dengan cahaya Al-Qur’an Allah Swt memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendakiNya, agar bisa meniti ke jalan yang benar.


“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS 42:52)


Salah satu pelajaran yang bisa kita petik dari Al-Qur’an, misalnya contoh menguburkan mayat. Kisahnya, pada saat Qabil bin Adam As. bingung bagaimana menyembunyikan mayat saudaranya, datanglah contoh dari burung gagak.


“Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.” (QS Al-Maa’idah, 5:31)


Demikianlah contoh yang diberikan Tuhan kepada manusia agar mendapat hikmahnya. Semuanya itu merupakan tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang beriman.


“Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.” (QS Al-Mu’min, 40:58)


Jadi kalau kita tidak bisa mengambil pelajaran, suri tauladan dan petunjuk dari Al-Qur’an, sama halnya kita dengan orang buta. Tidak bisa melihat apa-apa, walau pun kita punya mata. Naudzubillah min dzalik, semoga kita terhindar dari perbuatan yang dimurkai Tuhan.


Kaum Tsamud

Kaum Tsamud 

Al Qur`an Al karim mengungkapkan mengenai keadaan kaum Tsamud sebagai berikut ini:

Ciri-ciri peradaban:
- Pengganti kaum 'ad
- Mendirikan istana di tanah datar
- Memahat gunung untuk dijadikan rumah dengan rajin
- Memotong batu-batu besar di lembah
- Tinggal di kebun serta mata air
- Menyembah apa yang disembah oleh nenek moyangnya ( 11: 62)
(7: 74)(15: 82)(26: 146-149)( 89: 9)

Penyebab Mereka di hancurkan:
- Shaleh diutus kepada kaum tsamud,untuk mengajak bertakwa dan mencegah manusia membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan. Di datangkanlah seekor unta betina (Naaqotun) sebagai mukjizat.ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kaum tsamud mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu. Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar. Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal. maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. (26: 152-158)

- Di kota itu ada 9 orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi dan mereka tidak berbuat kebaikan. Mereka mengadakan makar dengan mengatakan:"Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar." (27: 46-49)

- Para pemuka kaum 'ad yang sombong mengingkari Shaleh As
- Mereka sembelih Unta betina itu. Karena itu mereka ditimpa gempa(Rojfatu), maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan(Jatsimin) di tempat tinggal mereka.
(7: 75-77)(26: 141-158)
- Maka mereka memanggil kawannya lalu kawannya menangkap unta itu dan membunuhnya. (54: 29)


Adzab Yang ditimpakan:
- kaum tsamud diberi tangguh selama tigahari sebelum ditimpa azab (11: 65)
- Mereka sembelih Unta betina itu. Karena itu mereka ditimpa gempa(Rojfatu), maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan(Jatsimin) di tempat tinggal mereka.
(7: 75-77)
- Penduduk kota hijr dibinasakan dengan suara keras yang menguntur di waktu pagi.Maka tak dapat menolong mereka, apa yang telah mereka usahakan. (15: 84)

- Tsamud di azab dengan petir (Sho'iqotu) dan mereka melihatnya. Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan. ( 51: 45)


- Rumah-rumah kaum tsamud runtuh akibat kezaliman mereka. (27: 52)

- Alangkah dasyatnya azab itu. Mereka dtimpa satu suara yang keras dan mengguntur.Maka jadilah mereka seperti rumput kering yang dikumpulkan oleh orang yang memiliki kandang binatang.(54: 31)

- hanya Shaleh beserta Orang yang beriman bersamanya yang diselamatkan. (11: 66).

(Sumber : Al Qur'an Digital)

 

Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas

Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas
Kubah Habib Umar bin Abdurrahman Al Attos Kubah Habib Umar bin Abdurrahman Al Attos Kita tentu tidak asing lagi dengan Ratib Al athos yang selalu dibaca baik itu di majelis-majelis ta’lim maupun diamalkan secara individu. Rotib AL athos adalah susunan dzikir yang disusun oleh Habib Umar bin Abdurrahman Al Athos. Beliau adalah seorang ulama besar yang lahir di Hadromaut, Yaman pada tahun 992 H atau 1572 M di kota Isnat. Ayah beliau bernama Al Habib Abdurrahman bin aqil dan Ibunya bernama syarifah Muznah binti Muhammad Al jufri. Karamah kewalian Habib Umar bin abdurrahman Al Attas sudah nampak sejak beliau dalam kandungan ibunya, janin tersebut bersin dan tentu ini adalah sesuatu diluar kebiasaan manusia pada umumnya, sehingga beliau mendapat gelar “Al Attas (orang yang bersin). Sejak kecil Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas sudah mengalami kebutaan, namun tidak mengurangi semangat beliau dalam menuntut ilmu. Beliau belajar dari ayahnya dan ulama-ulama setempat lainnya, seperti Syekh Umar bin Isa, Syekh Abu Bakar bin Salim dan Habib Husein bin Syekh Abubakar bin Salim. Beliu juga membuka ta'lim dengan mengajarkan ilmu agama. Dakwahnya pun menyebar ke segenap penjuru Hadramaut.
Belakangan, ia dikenal sebagai seorang sufi yang banyak menguasai ilmu lahir dan batin, pengayom anak yatim piatu, janda, dan fakir miskin. Siang mengajar, malamnya ia gunakan untuk melakukan riyadhah, beribadah, bermunajat kepada Allah SWT, dan sangat jarang tidur. Sebagai ulama besar dan sufi, Habib Umar dikenal dengan beberapa karamahnya. Ia sangat termasyhur, bahkan sampai ke negari Cina. Suatu hari, salah seorang anak Habib Abdurrahman melawat ke Cina. Di sana ia bertemu seorang sufi yang memberi salam dan hormat, padahal ia tidak mengenalnya.
”Bagaimana engkau mengenalku, padahal kita belum pernah berjumpa?” tanyanya. ”Bagaimana aku tidak mengenal engkau? Ayahmu, Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas, adalah guru kami, dan kami sangat menghormatinya. Habib Umar sering datang ke negeri kami dan ia sangat terkenal di negeri ini,” jawab sufi tersebut. Padahal jarak antara Hadramaut dan Cina sangat jauh, namun Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas telah berdakwah sampai ke sana.
Syekh Muhammad Baqais, salah seorang muridnya, bercerita, ”Satu kali Habib Umar mendamaikan beberapa suku yang berperang sampai berkali-kali. Tapi, tetap saja ia tidak mendapatkan tanggapan baik. Karena itu beliau pun melemparkan biji tasbihnya kepada mereka. Dengan izin Allah biji tasbih itu menjadi ular. Barulah mereka sadar dan mohon maaf. ”Nama Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas tak bisa dipisahkan dari karya agung yang diberinya judul ‘Azizul Manal wa Fathu Babil Wishal," alias “Anugerah nan Agung dan Pembuka Pintu Tujuan” – yang dibelakang hari sangat terkenal sebagai Ratib Al Attas. Habib Umar sendiri berwasiat, “Rahasia dan hikmah telah kutitipkan didalam ratib itu.”
Melindungi Kota
Menurut Habib Abdurrahman Al-Habsyi (Kwitang, Jakarta Pusat), Ratib Al Attas lebih tua dibanding Ratib Al Haddad. Ratib Al Haddad disusun pada 1071 H / 1651 M oleh Habib Abdullah Al Haddad, atau sekitar 350 tahun lalu, sedang Ratib Al Attas disusun jauh sebelumnya. Ada beberapa wirid atau doa yang tidak ada dalam Ratib Al-Atthas tapi terdapat dalam Ratib Al-Haddad, demikian pula sebaliknya. Namun, seperti ratib-ratib yang lain, keduanya tetap mengacu pada doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ratib Al-Atthas biasa dibaca usai salat Magrib, tapi boleh juga dibaca setiap pagi, siang, atau tengah malam. Bisa dibaca sendiri atau secara berjamaah. Manfaat ratib ini sangat besar. Bahkan ada sebagian ulama yang mengatakan, dengan membaca Ratib Al-Attas atau Ratib Al-Haddad setiap malam, Allah SWT akan menjaga dan memelihara seluruh penghuni kota tempat tinggal kita, menganugerahkan kesehatan, dan mengucurkan rezeki-Nya kepada segenap penduduk.
Makam Habib Umar bin Abdurrahman Al Attos Makam Habib Umar bin Abdurrahman Al Attos Dalam keadaan sangat khusus dan mendesak, ratib tersebut bisa dibaca tujuh hingga 41 kali berturut-turut. Pendapat ini mengacu pada beberapa hadis Rasulullah SAW tentang manfaat istigfar dan doa-doa lainnya. Sebab, dalam ratib-ratib tersebut antara lain terdapat shalawat, tahlil, tasbih, tahmid, dan istigfar. Begitu hebat fadilah atau keutamaan ratib-ratib itu, hingga Habib Husein bin Abdullah bin Muhammad bin Muhsin bin Husein Al Attas menyatakan bahwa mereka yang mengamalkan ratib tersebut tidak akan terluka, jika pada suatu hari terpatuk ular. “Orang yang biasa mengamalkan ratib-ratib itu tidak akan merasa takut, ia akan selamat dari segala yang ditakuti,” katanya. Betapa hormat para ulama kepada Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas. Tergambar ketika suatu hari seorang ulama, Syekh Salim bin Ali, mengunjungi Imam Masjidil Haram, Habib Muhammad bin Alwi Assegaf, dan menyampaikan salam dari Habib Umar. Seketika itu juga Habib Muhammad pun menundukan kepala sejenak, lalu katanya, ”Layaklah setiap orang menundukkan kepala kepada Habib Umar. Demi Allah, saya mendengar suara gemuruh di langit untuk menghormati beliau. Sementara di bawah langit ini tidak ada orang lebih utama daripada beliau.” Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas wafat pada 23 Rabiulakhir 1072 H / 1652 M, dan jenazahnya dimakamkan di Desa Nafhun dekat Huraidhoh Hadromaut yaman.

Kisah Ali bin Abi Thalib Dan Sedekahnya

Kisah Ali bin Abi Thalib Dan Sedekahnya 

Sepulang dari rumah Rasulullah saw, Imam Ali bin Abi Thalib menemui istrinya, Fatimah az-Zahra.

"Wahai wanita mulia, apakah engkau mempunyai makanan untuk suamimu?"
"Demi Allah, aku tidak mempunyai sesuatu," Jawab Fatimah. "Ini hanya ada 6 dirham dari Salman ketika aku memintal. Akan aku belikan makanan untuk Hasan dan Husain." Biar aku saja yang beli. Mana uang itu?.Lanjut Ali.
Fatimah segera menyerahkan uang 6 dirham kepada Ali.

Sesaat kemudian Ali pergi kembali untuk membeli makanan. Di tengah jalan, Ali bertemu seorang laki-laki yang mengatakan,"Siapa yang mau meminjami Tuhan Yang Maha Pengasih dan selalu menepati janji?"

Tanpa berpikir panjang, Ali menyerahkan uangnya yang 6 dirham kepada laki-laki itu. Lalu ia pulang dengan tangan hampa. Fatimah yang mengetahui kehadirannya, hanya menangis.

"Wahai wanita mulia, mengapa engkau menangis?
"Wahai suamiku, engkau pulang tanpa membawa sesuatu?
"Wanita mulia, aku telah meminjamkannya kepada Allah."
"Kalau begitu, sungguh aku mendukung perbuatanmu," jawab Fatimah lirih

Ali kemudian keluar rumah lagi, berniat menemui Rosululloh saw. Di tengah jalan, ia dihampiri oleh seorang Badui yang menuntun seekor unta.
"Hai Aba al Hasan,"sapa Badui itu. "Belilah unta ini."
"Aku tidak punya uang."jawab Ali
"Engkau bisa membayarnya kapan saja." jawab Badui itu
"Berapa? tanya Ali berminat.
"Tidak mahal, 100 dirham." kata Badui semangat
"baiklah. aku beli." kata Ali yang kemudian melanjutkan perjalannya sambil menuntun unta itu. Baru beberapa langkah ia berjalan kaki, seorang Badui lain menghampirinya.
"Hai Abu Hasan,"tegur Badui itu,"apakah unta ini akan engkau jual?"
"Ya." jawab Ali
"Berapa?
"300 dirham." kata Ali dengan penuh semangat
"Baiklah aku beli," jawab Badui itu. Sesaat kemudian Badui itu mengambil alih tali unta dan membayarnya kontan 300 dirham.

Selanjutnya Ali segera pulang mengabarkan peristiwa yang baru dialaminya itu kepada Fatimah.'"Apakah yang engkau bawa itu, wahai Abu Hasan? sambut Fatimah.
"Wahai putri Rasul, kubayar unta dengan membayarkan lain waktu seharga 100 dirham. lalu kujual unta itu 300 dirham kontan."
"Aku setuju."komentar Fatimah.

Selanjutnya Ali segera menemui Nabi Muhammad saw. Melihat Ali memasuki masjid, Rosululloh saw tersenyum.
"Hai Abu Hasan, kau yang bercerita atau aku yang bercerita?
"Engkau saja yang bercerita, wahai Rosulullah."
"Hai,Abu Hasan , tahukah engkau siapa Badui yang menjual unta dan Badui yang membeli unta?"
"Tidak," Ali menggeleng,"Alloh dan Rasulnya lebih tahu."jawab Rosul
"Berbahagialah kamu. Kamu telah meminjamkan 6 dirham kepada Alloh. Alloh memberimu 300 dirham. Tiap 1 dirham mendapatkan ganti 5 dirham," papar Rasulullah saw. "Badui yang pertama menemuimu itu Jibril, dan yang kedua itu Mikail."
"Subhanalloh." lanjut Ali bin Ali Thalib. Dia tidak menyangka kalau Badui-Badui yang meminjam 6 dirham dengan baju seadanya adalah malaikat dan Badui kedua yang baik hati adalah malaikat juga.

 

Umar Bin Khatab dan Berhala Manisan

Umar Bin Khatab dan Berhala Manisan 

Nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, dilahirkan di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Ayahnya bernama Khaththab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim. Keluarga Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu meru pakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal, karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara yang haq dan bathil.

Suatu ketika Rosululloh Saw berkumpul dengan para Sahabatnya, beliau bertanya kepada Para sahabatnya “Siapa diantara kalian yang bisa membuat aku tertawa “? Saya Ya rosul jawab Umar bin khatab. Kemudian Sahabat Umarpun memulai ceritanya.” Dahulu sebelum aku mengenal Islam ,aku pernah Membuat Patung berhala dari Manisan , sewaktu aku lapar aku memakan berhala tersebut mulai dari kepalanya, terus tangannya hingga habis tak tersisa.” Mendengar cerita Umar Rosululloh Saw Tertawa hingga kelihatan gigi grahamnya, Beliaupun bersabda” Dimana akal kalian waktu Itu ?” Umar Menjawab “Akal kami memang Jenius tapi waktu itu yang menciptakan alam menyesatkan kami”

Lalu Rasulullah berkata kepada Umar” Ceritakan kepadaku Hal yang membuat aku menangis”? Umarpun memulai ceritanya ” Dahulu aku punya seorang anak perempuan, aku ajak anak tersebut kesuatu tempat, Tiba ditempat yang aku tuju aku mulai menggali sebuah lubang, setiap kali tanah yang aku gali mengenai bajuku ,maka anak perempuanku membersihkannya. Padahal dia tidak mengetahuinya seseungguhnya lubang yang aku gali adalah untuk menguburnya hidup-hidup untuk persembahan berhala. Setelah selesai menggali lubang aku kubur anak perempuanku hidup-hidup . Mendengar cerita itu Meneteslah air mata rosululloh Saw begitupun dengan Umar menyesali perbuatan Jahiliyyahnya sebelum dia mengenal Islam.

 

Kisah Luth dan Kaumnya dalam Al Qur`an

Kisah Luth dan Kaumnya dalam Al Qur`an 

1. Kaum Luth adalah kaum yang diutus kepada mereka Nabi Luth AS. Kaum luth hidup ketika masa Nabi Ibraim AS. (11: 74-79)


2. Mereka adalah kaum yang mengerjakan perbuatan fahisyah yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelumnya (yaitu homoseks). (7: 80-82)
mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik karena mengerjakan perbuatan fahisyah tersebut. (21: 74)

3. Nabi Luth As diutus untuk meluruskan perbuatan kaumnya tersebut tetapi mereka tidak menghiraukannya. (11: 74-79)(26: 160-169)

4. Akhirnya Luth Berdoa:"(Luth berdoa): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan." (26: 169)


5. Maka Allah mengutus Para Utusan (Malaikat) kepada luth.
Sebelum mendatangi Luth Para utusan tersebut mendatangi Ibrahim untuk mengabari kabar gembira, yaitu tentang akan lahirnya Ishak AS. Sebagaimana tergambar dalam terjemah Surat Al Hijr Ayat 51-60:
51. Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim
52. Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: "Salaam." Berkata Ibrahim: "Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu."
53. Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim
54. Berkata Ibrahim: "Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?"
55. Mereka menjawab: "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa."
56. Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat."
57. Berkata (pula) Ibrahim: "Apakah urusanmu yang penting (selain itu), hai para utusan?"
58. Mereka menjawab: "Kami sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa,
59. kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya,
60. kecuali istrinya. Kami telah menentukan, bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya)."

Dan Juga Terjemah Surat Ad Dzariyat berikut ini:
24. Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
25. (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaamun." Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal."
26. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.
27. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: "Silahkan anda makan."
28. (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut", dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).
29. Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul."
30. Mereka berkata: "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan" Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
31. Ibrahim bertanya: "Apakah urusanmu hai para utusan?"
32. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),
33. agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah,
34. yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas


6. Setelah terlaksana maksud utusan Allah terhadap Ibrahim As selanjutnya Para utusan datang kepada Kaum Luth yaitu singgah ke rumah Nabi Luth AS.
Cerita Mengenai singgahnya Para utusan di Rumah Luth As tergambar dalam terjemah Surat Al Hijr ayat 61-71:
61. Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut pengikutnya,
62. ia berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal."
63. Para utusan menjawab: "Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan.
64. Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar.
65. Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutlah mereka dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang di perintahkan kepadamu.
66. Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.
67. Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu
68. Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku),
69. dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina."
70. Mereka berkata: "Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia
71. Luth berkata: "Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)."


Dan juga terjemah Surat Al 'Ankabut ayat 31-33:

31. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim."

32. Berkata Ibrahim: "Sesungguhnya di kota itu ada Luth." Para malaikat berkata: "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

33. Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata: "Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."


Dan Juga Surat Al Qomar ayat 37:
37. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.


7. Maka keesokan harinya yaitu sewaktu fajar meyingsing Kaum Luth diazab:
- Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (7: 84)
- Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. (11: 82).
- Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. (15- 73-74)
- Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. ( 26: 173)(27: 58)
- Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik. (29: 34)
- kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah, (51: 33)
- Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, (54: 34)



8. Tanda-tanda kehancuran Kaum Luth Masih bisa disaksikan
AL HIJR:
75. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.
76. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
AS SHAAFFAAT:
137. Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi,
138. dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
AD DZARIYAT:
37. Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.